Konservasi Preventif Lukisan
Cakrawala Ilmu Budaya Selasa, 5 September 2017
Video ini merupakan sesi pertama dari serangkaian kegiatan Konservasi Preventif Lukisan yang diselenggarakan atas kerjasama Departemen Arkeologi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY pada 2015. Narasumber dalam workshop ialah Feroza Verberne Khurshid, ahli konservasi lukisan cat minyak yang pernah menjadi konservator lukisan di Stedelijk Museum Amsterdam, Rijksmuseum Twenthe, dan Rijksdienst Beeldende Kunst.
Bagi Departemen Arkeologi, kegiatan ini merupakan wujud Pengabdian Kepada Masyarakat, yang memberikan pembekalan kepada peserta tentang cara-cara mengidentifikasikan kerusakan pada lukisan dan tindak lanjutnya pelestariannya. Tujuannya ialah agar para pemilik/pengelola museum dan galeri yang memiliki koleksi lukisan dapat mengelola asetnya dengan baik dan benar, sesuai dengan prinsip pelestarian, sehingga lukisan yang merupakan aset warisan budaya dapat mempunyai umur yang lebih panjang.
Materi pada sesi pertama Workshop Konservasi Preventif Lukisan ialah mengenali struktur lukisan. Lebih spesifik, ialah lukisan yang dibuat dengan cat minyak dan media kanvas. Pada kasus lukisan dengan cat minyak dan media kanvas, maka secara garis besar struktur lapisan (layer) dari lukisan tersebut ialah sebagai berikut:
Selain materi tentang struktur lukisan, pada sesi pertama juga diberi pengetahuan tentang piramida konservasi, yang menggambarkan tahapan tindakan konservasi berdasarkan tingkat expertise pelakunya. Mereka yang tidak memiliki expertise di bidang konservasi dapat melakukan tindakan konservasi yang bersifat pasif, dengan cara mencegah atau menghindarkan objek dari agen yang dapat menyebabkan objek mengalami kerusakan.
- Kondisi lukisan yang memerlukan penanganan segera
- Upaya pencegahan kerusakan lebih lanjut dan kemungkinan tindakan perawatannya
- Konservator lukisan di Indonesia masih sangat langka
Workhop ini dilakukan untuk memberikan penanganannya, baik secara preventif maupun kuratif.