Film ini merupakan karya tugas akhir mahasiswa Departemen Sejarah angkatan 2011 sebagai bagian dari eksplorasi agenda Departemen Sejarah tentang visual history yang memperbolehkan mahasiswanya untuk mengerjakan tugas akhir dalam bentuk media visual.
Film ini adalah hasil representasi penelitian yang telah dilakukan tentang faktor-faktor yang menunjang perkembangan industri gula di Karesidenan Surabaya pada periode 1870-1930-an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek-proyek irigasi penunjang perkebunan di Karesidenan Surabaya sudah dilakukan jauh sebelum politik etis diterapkan dengan membendung Sungai Brantas di Lengkong. Adapun proyek transportasinya berupa pembangunan rel, dimulai sejak tahun 1873 yang tujuan awalnya untuk kepentingan ekonomis, yaitu mengangkut hasil-hasil perkebunan. Terutama perkebunan-perkebunan besar yang ada di Karesidenan maupun di Jawa Timur secara umum. Industri gula memberikan banyak pengaruh terhadap masyarakat pedesaan. Mulai dari beragamnya lapangan pekerjaan yang muncul sampai pembangunan sarana kesehatan dan pendidikan. Meskipun demikian, industri gula ini tidak luput dari resistensi petani. Krisis gula tahun 1884 dijadikan pembenahan bagi industri gula Jawa dalam memperkuat organisasi dan sistem produksi industri. Namun, krisis tahun 1930-an tidak bisa membendung kehancuran industri gula Jawa yang dalam dekade terakhir mengalami masa kejayaannya, tak terkecuali industri gula di Karesidenan Surabaya.